1770 Peribahasa dan Artinya


PERIBAHASA #A


PERIBAHASA DENGAN KATA "ABU"

_________________________________________________________

#1. Berdiang di abu dingin.
       Artinya: Minta pertolongan kepada orang yang miskin/menderita. 

#2. Kalah jadi abu, menang jadi arang. 
    Artinya: Menang atau kalah dalam suatu perselisihan pasti merugi.

#3. Mengabui mata orang
       Artinya: Menipu orang lain. 

#4. Seperti abu di atas angin.
      Artinya: Menggantung diri kepada orang yang berkuasa. 

#5. Sudah jadi abu arang.
      Artinya: Telah rusak sama sekali.

#6. Terpegang di abu hangat
      Artinya: Kecewa karena baru mulai sudah mendapat kecelakaan.

PERIBAHASA DENGAN KATA "ADA"

_______________________________________________________________

#7. Ada udang di balik batu.
      Artinya: Mempunyai maksud tersembunyi yang tidak ditampakkan. 

#8. Ada air ada ikan.
      Artinya: Dimana kita tinggal di situlah kita mendapatkan rezeki.

#9. Asal ada kecilpun pada.
       Artinya: Kalaupun tak mendapat rezeki yang besar, yang kecilpun mencukupi pula.

#10. Waktu ada jangan dimakan, bila tiada boleh dimakan.
        Artinya: Berhemat-hematlah.
span>


         Artinya: Sesuatu sukar diubah.


PERIBAHASA DENGAN KATA "ALAH"

_______________________________________________________________

#66. Alah membeli menang memakai.
         Artinya: Mahal sedikit barang tak apa, asal baik dan tahan dipakai.

#67. Alah bisa karena biasa.
         Artinya: Pekerjaan itu sekalipun sukar, tetapi kalau dikerjakan sungguh pasti dapat. 
ِ 

PERIBAHASA DENGAN KATA "ALAS"

_______________________________________________________________

#68. Di alas bagai memengat.
         Artinya: Kalau berkata pikirlah dahulu baik buruknya agar tak dicela oleh orang lain.

#69. Menjadi alas kubur.
         Artinya: Kita yang menanggung semua kejelekannya.
ِ 

PERIBAHASA DENGAN KATA "ALU"

______________________________________________________________

#70. Bagai guna-guna alu, sesudah menumbuk dicampakkan,
         Artinya: Jika sudah tidak berguna biasanya dibuang begitu aja.

#71. Bak alu pencukil duri.
        Artinya: Mengerjakan sesuatu pekerjaan yang sia-sia hasilnya.

PERIBAHASA DENGAN KATA "AMPANG"

__________________________________________________________

#72. Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit.
         Artinya: Persaudaraan yang telah putus karena persengketaan dan tak mungkin dapat 
                         baik kembali. 
ِ 

PERIBAHASA DENGAN KATA "AMPAS"

_________________________________________________________

#73. Ambil sarinya, buang ampasnya.
         Artinya: Kerjakan perbuatan yang baik, buanglah pekerjaan yang jelek, yang 
                         merugikan orang lain.

PERIBAHASA DENGAN KATA "ANAK"

__________________________________________________________

#74. Anak dipangku dilepaskan, beruk dirimba disusukan

         Artinya: Membereskan perkara orang lain, sedang urusannya sendiri dilupakan. 

#75. Anak sebatang kara.

         Artinya: Anak yang tak mempunyai sanak saudara. 

#76. Anak seorang penaka tidak.
         Artinya: Anak yang tidak punya sanak saudara.

#77. Anak cantik, menantu molek.
         Artinya: Seseorang yang sedang dalam kebahagiaan atau mendapatkan keuntungan 
                         yang sangat banyak. 

#78. Beranak tiada berbidan.
         Artinya: Seseorang yang kesusahan karena perbuatannya sendiri. 

#79. Kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan.
         Artinya: Jika kita sayang akan anak harus kita marahi jika ia bersalah.

#80. Kecil-kecil anak, kalau besar menjadi onak.
          Artinya: Waktu masih kecil membuat hati senang, kalau sudah besar membuat 
                          kesusahan bagi kedua orang tuanya.

#81. Rusak anak oleh menantu.
         Artinya: Orang yang kita kasihi merusak harta benda yang kita berikan kepadanya. 

#82. Pandang anak pandang menantu.
          Artinya: Mencari menantu harus sepadan. 
ِ 

PERIBAHASA DENGAN KATA "ANJING"

__________________________________________________________

#83. Bagai anjing menyalak di ekor gajah.
          Artinya: Si lemah hendak melawan orang berkuasa, tentu saja kalah. 

#84. Anjing mengulangi bangkai.
         Artinya: Mengulangi perbuatan yang tak patut.

#85. Angin ditepuk menjungkit ekor.
          Orang yang tiada berbudi bila dihormati sombong. 

#86. Anjing galak, babi berani.
         Sama-sama berani.

#87. Anjing itu meski dirantai dengan rantai emas sekalipun, niscaya berulang
         ulang juga ke tempat najis.
         Orang yang bertabiat jahat, sekalipun dinasehati atau disenangkan tak akan berubah 
         kelakuannya. 

#88. Bagai anjing beranak enam.
          Sangat kurus tubuhnya.

#89. Bagai anjing tersepit pagar.
          Orang yang tidak pernah tahu membalas budi orang yang menolongnya, malahan 
          membuat sakit hatinya. 

#90. Seperti anjing beroleh bangkai.
         Seorang yang rakus dengan mudah mendapatkan suatu benda. 

#91. Seperti anjing berebut tulang. 
         Orang yang tamak dalam perebutan mencari rezeki.

#92. Seperti anjing bercawat ekor.
         Orang yang pergi karena malu. 

#93. Seperti anjing dengan kucing. 
         Tidak pernah rukun. 

#94. Seperti anjing kepala busuk.
         Orang yang dikenal jahat, kemanapun ia pergi dan dimanapu ia berada pasti akan
         selalu dihinakan orang. 

#95. Seperti anjing terpanggang ekor.
          Mendapat kesusahan yang teramat sangat sehingga tidak karuan tingkahnya.

#96. Seperti disalah anjing bertuah.
          Tidak dapat ditangguhkan/ditunda lagi. 


ANJUNG

______________________________________________________________
#97. Sudah dianjung, diantakan (dihempaskan)
         Sudah diangkat dihina pula.


ANTAH

_______________________________________________________________

#98.  Antah berkumpul dengan antah, beras bersama beras.
          Setiap orang selalu mencari orang yang sederajat.

#99. Dipilih antah satu-satu.
         Dipilih atau diperiksa dengan seksama. 

#100. Tidak tahu antah terkunyah.
            Tidak merasa melakukan sesuatu yang tidak patut. 

#101. Tiada berpisah antah dan beras.
           Tiada tentu lawan atau kawan.

#102. Disisih sebagai antah.
           Tidak boleh ikut campur. 


ANTAN

______________________________________________________________

#103. Antan patah lesung hilang.
           Tertimpa berbagai musibah atau kemalangan.

#104. Seperti antan pencungkil duri.
           Melakukan hal yang sia-sia. 

#105. Datang tidak berjemput, pulang tidak berantar.
           Tidak diperlakukan sebagaimana mestinya. 

#106. Dekat tak tercapai, jauh tak antara.
            Sesuatu yang dekat tetapi tidak bisa diambil karena tiada upaya.


ASAP

______________________________________________________________

#107. Bagai api dengan asap.
           Persahabatan yang sangat erat.

#108. Bersuluh menjumput api.
            Bertanya sesuatu yang sudah diketahui. 

#109. Kalau tak api masakan ada asap.
           Perbuatan asap akhirnya tersiar juga. 

#110. Meletakan api di bubungan.
           Sengaja mencari bahaya. 

#111. Seperti api dalam sekam.
          Hal-hal yang tidak baik yang tidak tampak. 

#112. Seperti api makan lalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi.
          Orang yang lemah tidak berdaya menolak bencana yang menimpanya. 


APUNG

______________________________________________________________

#113. Terapung sama hanyut, terendam sama basah.
           Sehidup semati, senasib sepenanggungan. 

#114. Terapung tak hanyut, terendam tak basah.
           Belum tentu kesudahannya. 


ARA

_____________________________________________________________

#115. Menantikan ara tak bergetah.
          Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terpenuhi.

#116. Searah bertukar jalan.
          Sama maksudtnya tetapi berlainan cara mencapainya.

#117. Berarak tidak berlari.
          Melakukan sesuatu sebagaimana mestinya.


PERIBAHASA DENGAN KATA " ARANG"

_____________________________________________________________

#118. Menghapus arang di muka.
           Menghilangkan malu. 

#119. Tercoreng arang di dahi
           Mendapat malu. 

#120. Terpijak arang hitam tampak.
           Orang yang berbuat jahat pasti akan mendapat halangan. 


PERIBAHASA DENGAN KATA "ASAL"

______________________________________________________________

#121. Asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan
          Tabit orang yang tidak akan berubah. 

#122. Usul menunjukan asal.
            Kelakuan (budi bahasa) orang menunjukan asal keturunannya. 


PERIBAHASA DENGAN KATA "ASAM"

_______________________________________________________________





#123. Garam di laut asam digunung, bertemu dalam belanga. 
           Laki-laki dan perempuan kalau sudah jodoh bertemu juga. 

#124. Kelihatan asam kelatnya.
           Kelihatan sifat-sifatnya yang kurang baik. 

#125. Sudah seasam segaramnya.
            Sudah tidak ada celanya (tentang pekerjaan, perbuatan)

#126. Tahu asam garamnya.
            Tahu seluk beluknya (baik buruknya)

 

PERIBAHASA DENGAN KATA "ASAP"

_______________________________________________________________

 #127. Belum dipanjat asap kemenyan.
           Belum kawin. 

#128. Dari asa nasi saja.
           Mengakukan milik (kepunyaan orang lain).

#129. Menggantang asap, mengukir langit.
           Melakukan perbuatan sia-sia atau berangan-angan yang hampa belaka. 


ASING

_______________________________________________________________

#130. Asing lubuk, asing ikannya.
          Lain daerah, lain adatnya. 

#131. Asing maksud, asing sampai. 
          Tidak sesuai dengan yang diharapkan. 

#132. Atap rumbia perabung upih
           Barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk. 

#133. Aur ditanam, betung tumbuh
           Mendapat untung (laba) yang banyak. 

#134. Seperti aur dengan rebung.
          Sangat karib tentang persahabatannya. 

#135. Seperti aur dengan tebing.
           Saling menolong, tunjang menunjang. 

#136. Awak yang payah membelah ruyung, orang lain mendapat sagunya.
           Kita yang bersusah payang, orang lain yang mendapat keuntungan.

#137. Awak yang tiada pandai menari, dikatakan lantai berjungkat.
          Untuk menutupi kesalahannya, dicari alasan pada orang lain. 


PERIBAHASA DENGAN KATA "AYAM"

_______________________________________________________________

#138. Ayam bertelur di atas padi.
           Hidup dalam kesenangan dan kemewahan. 

#139. Ayam bertelur di padi mati kelaparan.
           Selalu kekurangan meskipun berpenghasilan besar. 

#140. Ayam berkokok, hari siang.
           Sudah ada tanda yang pasti.

#141. Ayam ditambat disambar elang.
          Malang sekali, bernasib buruk. 

#142. Ayam beroga itu kalau diberi makan di pinggan emas sekalipun, 
          ke hutan juga perginya.
          Betapapun senangnya dan bahagianya di perantauan, negeri asal kita tak 
          mudah dilupakan. 

#143. Ayam hitam terbang malam, hingga ke rimba dalam, bertali ijuk
          bertambang tanduk. 
          Sukar ketahuan (tentang perkara atau sebagainya).

#144. Ayam itik raja pada tempatnya.
           Setiap orang berkuasa di lingkungan atau tempatnya.

#145. Ayam putih terbang siang, hinggap di kayu merasi, bertali benang
          bertambah tulang. 
           Mudah ketahuan.

#146. Bagai ayam dimakan tungau.
           Tidak sehat badannya, lagi kurus dan pucat wajahnya. 

#147. Menerka ayam di dalam telur.
           Menentukan sesuatu yang mustahil ditentukan. 

#148. Seperti anak ayam kehilangan induk.
           Menderita kesusahan karena kehilangan pemimpinnya. 

#149. Seperti musang berbulu ayam. 
           Pura-pura berbuat baik untuk menyembunyikan kesalahannya. 



PERIBAHASA #B

PERIBAHASA DENGAN KATA "BABI"

____________________________________________________________

#150. Babi merasa gulai
           Menyama-nyamai orang besar (kaya).

#151. Kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi. 
           Kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai.

#152.  Badak makan anak. 
            Ayah membuang anaknya karena takut akan binasa kebesarannya (pada raja-raja
           zaman dahulu).

#153. Seperti kulit badak.
           Tidak punya perasaan. 

#154. Badan dapat dimiliki, hati tak dapat dimiliki. 
           Orang yang selalu menuruti perintah, tapi dalam hatinya melawan. 

#155.  Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang juga. 
            Budi bahasa yang baik tidak mudah dilupakan orang. 

#156. Beroleh badar ditimbahkan.
           Mendpat keuntungan yang tida disangka-sangka. 

#157. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri. 
           Kalau pandai mengatur, barang yang kurang baikpun menjadi bagus. 

#158.  Besar kayu besar bahannya. 
           Jika penghasilan besar, pengeluaran besar. 

#159. Bahasa menunjukan bangsa.
           Budi bahasa, perangai, dan tutur kata menunjukan sifat dan tabiat seseorang. 

#160. Memikul dibahu, menjunjung di kepala. 
           Mengerjakan sesuatu menurut aturan. 

#161. Tangan mencencang, bahu memikul.
          Siapa yang salah harus mendapat hukuman. 

#162. Bajak patah banting terambau.
           Menderita kecelakaan bertimpa-timpa. 

#163. Bajak selalu di tanah lembut.
           Orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah. 

#164. Bajak sudah terdorong ke bancah.
           Sudah terlanjur tidak dapat kembali. 

#165. Dahulu bajak daripada jawi.
           Sesuatu yang patut didahulukan, dikebelangkankan/Tidak menurut aturan biasanya.

#166. Baji dahan membelah dahan.
           Memboroskan harta tuannya.

#167. Bersua baji dengan matan, tahan baji oleh kelidai.
           Keras berani lawan keras berani pula. 

#168. Bagai memakai baju pinjaman.
           Tingkah laku yang dibuat-buat sehingga terlihat canggung. 

#169. Bagai melulus baju sempit, bagai terbuang ke sisiran. 
           Seseorang yang senang karena terlepas dari kesusahan. 

#170. Baju indah dari balai, tiba dirumah menyarungkan. 
           Hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi. 

#171. Jangan mengukur baju orang di badan sendiri. 
           Jangan mengukur orang lain dengan kejahatan dan kebaikan kita sendiri.

#172. Mencabik baju di dada. 
           Menceritakan aib sendiri kepada orang lain. 

#173. Mengukur baju di badan sendiri. 
          Menentuan baik dan buruk menurut perasaan sendiri. 

#174. Bakarlah air ambilah abunya. 
           Menghendaki sesuatu yang mustahil kita peroleh.

#175. Dibakar tak hangus, direndam tak basah.
           Sangat kikir, sangat kuasa. 

#176. Bagai kebakaran jenggot.
           Bingung tidak karuan. 

#177. Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu. 
          Biasanya jarang sekali orang memperhatikan kesusahan orang lain. 

#178. Bala lalu dibawa singgah.
           Sengaja mencari kesusahan atau kecelakaan. 

#179. Bagai balam dengan ketitir. 
           Perihal orang yang selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya sendiri.

#180. Ibarat seekor balam, mata terlepas badan terkurung. 
            Ibarat wanita pingitan. 

#181. Memikat balam dengan balam.
           Mendapat sesuatu dengan sebangsanya. 

#182. Alang berjawab, tepuk berbalas.
           Baik dibalas baik, jahat dibalas dengan jahat. 

#183. Balik belakang lain bicara.
           Tidak teguh memegang janji. 

#184. Tersembunyi di balik kata.
           Mempunyai maksud lain dari apa yang dikatakan. 


Aduh capek juga nulisnya... mending baca dulu pantun cinta romantis banget

Related Posts

Previous
Next Post »